Lompat ke konten
posmana.idEN

Untuk UMKM

Aplikasi Kasir untuk UMKM

Panduan memilih aplikasi kasir (POS) untuk usaha kecil Indonesia — warung, toko kelontong, kedai kopi, laundry, dan toko ritel kecil. Kami bandingkan harga, versi gratis, QRIS, dan mode offline dari data yang bersumber dan terverifikasi, supaya Anda bisa memilih tanpa menebak.

Cara memilih kasir untuk UMKM

Beberapa hal berikut paling menentukan untuk usaha kecil. Baca dulu sebelum melihat tabel.

Versi gratis dan batasannya

Banyak aplikasi punya versi gratis, tapi "gratis" tidak berarti sama di setiap vendor. Ada yang membatasi jumlah transaksi per hari, jumlah produk, jumlah pengguna, atau menaruh watermark di struk. Cek batasannya dulu. Versi gratis sering cukup untuk mulai, lalu terasa sempit saat usaha tumbuh.

Dukungan QRIS

Sebagian besar pembeli sekarang membayar pakai QRIS. Pastikan aplikasi mendukung QRIS, dan cek apakah QRIS statis, dinamis, atau keduanya. Biaya QRIS biasanya diatur ketentuan nasional, bukan oleh aplikasi kasirnya — tapi tetap tanyakan ke vendor, karena penyaluran dana dan potongan bisa berbeda.

Mode offline

Kalau internet di lokasi Anda sering putus, mode offline penting. Aplikasi dengan mode offline tetap bisa mencatat penjualan saat sinyal hilang, lalu menyinkronkan data setelah online kembali. Tanpa ini, kasir bisa berhenti di jam ramai.

Mudah dipakai dan berbahasa Indonesia

Kalau Anda atau karyawan tidak terlalu paham teknologi, aplikasi yang sederhana dan berbahasa Indonesia akan lebih cepat dipakai. Pertimbangkan seberapa mudah menambah produk, melatih karyawan baru, dan menutup kasir di akhir hari.

Harga per outlet saat usaha tumbuh

Harga sering dihitung per outlet, per perangkat, atau per akun setiap bulan. Untuk satu warung, biayanya kecil. Tapi kalau Anda berencana buka cabang, hitung dulu total biaya untuk beberapa outlet, bukan hanya harga awal.

Manajemen stok

Kalau Anda menjual banyak jenis barang, catatan stok membantu tahu apa yang habis dan apa yang laku. Versi gratis biasanya memberi stok dasar; laporan dan fitur stok yang lengkap sering ada di paket berbayar. Sesuaikan dengan jumlah barang yang Anda jual.

Perbandingan aplikasi kasir untuk UMKM

Tabel di bawah membandingkan aplikasi kasir berdasarkan hal-hal yang penting untuk usaha kecil: harga mulai, versi gratis, QRIS, mode offline, dan fokus jenis usaha. Geser tabel ke samping untuk melihat semua kolom.

AplikasiHarga mulaiVersi gratisQRISMode offlineFokus usaha
Logo ESB
ESB
Kelas atas
Gratis, lalu Mulai dari Rp 499.000/blnYaYaBelum diverifikasiKuliner (F&B)
Logo Moka POS
Moka POS
Menengah
Rp 299.000/outlet/blnTidakYaBelum diverifikasiKuliner (F&B), Retail
Logo Majoo
Majoo
Menengah
Rp 249.000/outlet/blnTidakYaYaKuliner (F&B), Retail
Logo Olsera
Olsera
Menengah
Belum diverifikasiTidakYaYaRetail, Kuliner (F&B), Umum
Logo Youtap
Youtap
Menengah
Gratis, lalu Rp 199.000/akun/blnYaYaBelum diverifikasiKuliner (F&B), Retail, Umum
Logo Pawoon
Pawoon
Hemat
Gratis, lalu Rp 149.000/blnYaYaYaKuliner (F&B), Retail, Umum
Logo Nutapos
Nutapos
Hemat
Rp 125.000/outlet/blnTidakYaYaKuliner (F&B), Retail, Umum
Gratis, lalu Rp 99.000/perangkat/blnYaYaYaRetail, Umum
Gratis, lalu Rp 55.500/akun/blnYaYaYaRetail, Warung, Umum
Logo Qasir
Qasir
Hemat
GratisYaYaYaWarung, Retail, Umum
Gratis, lalu USD 5/pegawai/blnYaTidakYaRetail, Kuliner (F&B), Umum

Bagaimana kami membandingkan

Setiap angka di tabel ini berasal dari file data per vendor yang punya sumber dan tanggal. Nilai yang belum kami periksa ditandai "Belum diverifikasi" — bukan ditebak. Harga yang hanya tersedia lewat penawaran ditandai "Hubungi vendor". Harga dan batasan bisa berubah; selalu cek ulang di situs vendor sebelum memutuskan.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah aplikasi kasir gratis cukup untuk warung?
Untuk banyak warung kecil, versi gratis sudah cukup untuk mencatat penjualan dan menerima QRIS. Tapi versi gratis sering punya batas — misalnya jumlah transaksi per hari, jumlah produk, atau watermark di struk. Kalau Anda mulai merasa batasan itu mengganggu, itu tanda Anda siap naik ke paket berbayar. Cek dulu batasan tiap versi gratis di tabel.
Apakah saya butuh perangkat khusus?
Belum tentu. Banyak aplikasi kasir jalan di HP atau tablet Android biasa. Untuk cetak struk Anda mungkin butuh printer struk, dan sebagian usaha menambah laci kas atau scanner barcode. Mulai dengan perangkat yang sudah Anda punya, lalu tambah sesuai kebutuhan.
Apa yang terjadi kalau internet mati?
Tergantung aplikasinya. Aplikasi dengan mode offline tetap bisa mencatat penjualan saat internet putus, lalu sinkron otomatis setelah online lagi. Aplikasi tanpa mode offline bisa berhenti bekerja saat sinyal hilang. Kalau internet di tempat Anda tidak stabil, pilih yang jelas mendukung mode offline — lihat kolomnya di tabel.
Apakah QRIS kena biaya tambahan?
Menerima QRIS biasanya dikenai biaya (MDR) yang diatur secara nasional, bukan oleh aplikasi kasir. Jadi biaya itu umumnya berlaku di semua aplikasi, bukan biaya khusus satu vendor. Tapi cara penyaluran dana dan potongan bisa berbeda tiap vendor. Untuk angka pastinya, tanyakan langsung ke vendor.
Sebagai UMKM kecil, apakah saya perlu memikirkan e-faktur atau Coretax?
Tergantung status dan omzet usaha Anda, bukan aplikasi kasirnya. Sebagian besar warung dan usaha mikro tidak wajib e-faktur. Kalau usaha Anda sudah PKP atau butuh faktur pajak, tanyakan ke vendor apakah aplikasinya bisa terhubung ke kebutuhan pajak Anda. Untuk kepastian aturan pajak, sebaiknya konsultasi dengan konsultan pajak atau kantor pajak.
Bagaimana kalau nanti saya buka cabang kedua?
Sebagian besar aplikasi menghitung harga per outlet, per perangkat, atau per akun. Jadi biaya bertambah saat Anda buka cabang. Kalau Anda berencana berkembang, lihat harga untuk beberapa outlet sejak awal, dan cek apakah aplikasi mendukung banyak outlet dalam satu akun. Beberapa fitur multi-outlet hanya ada di paket berbayar.